latest Post

Dimanakah Harapan Itu?


Tiada habisnya jika kita membicarakan soal masa depan. Pasti diantara kita memiliki harapan masing-masing yang mungkin hanya kita saja yang tau atau mungkin hanya diceritakan ke orang-orang terdekat saja. Namun tidak bisa dipungkiri juga jika apa yang kita harapkan di masa depan itu terkadang juga membuat kita menjadi seolah-olah dibuat melayang, pikiran kita maksudnya.

Dan itu yang aku rasakan akhir-akhir ini. Aku dibuat melayang oleh harapan itu. Ini adalah harapan tentang masa depan. Aku ngga tau secara spesifik pastinya tentang harapan yang aku maksud. Tentang cinta? cita-cita? Entahlah. Seolah-olah harapan itu seperti jelangkung, datang tak disuruh dan pulang tak diantar. Harapan itu ada, tapi setelah ditimbang dan ditakar dengan timbangan akal sehat kita, eh malah harapan itu langsung sirna begitu aja. Mungkin sejak adanya istilah PHP, harapan-harapan itu semua menjadi palsu dengan seketika. Ah, sebenarnya apa yang terjadi sih? Hmm

Lalu aku mencoba mencari harapan itu lagi. Di kolong kasur, di kegelapan malam, aku belum bisa menemukannya. Dan hasilnya nihil. Aku belum bisa menemukan titik terang dari harapan itu. Sampai sini aku merasa, ah sudahlah... Mungkin ini hanya harapan kosong saja. Ini hanyalah harapan seorang wanita lemah yang benar-benar berharap, padahal dia tau kalo harapan wanita itu ngga akan mungkin bisa terjadi. Ngga perlu bukti, tapi kenyataan sudah mengatakannya kalo harapan itu ngga bakal mungkin bisa terwujud. 

Ah sudahlah. Aku ngga ingin meributkannya. Aku hanyalah perempuan biasa yang hanya ingin membuat harapan itu nyata. Lalu dimanakah aku bisa menemukan titik terang dari harapan itu??

Dan sampai tulisan ini berakhir pun, aku masih memikirkannya...

About Isnanur Utami

Isnanur Utami
Recommended Posts × +

16 Komentar:

  1. Harapan itu emang sih mbak nggak ada habis nya, kita berharapp, Iya boleh-boleh aja sih berharap, itupun nggak ada salah nya, cuman jangan begitu berharap yang tidak begitu penting, Entar kebanyakan pikiran, malah tambah sakit lagi.

    Ahh lupain aja mbak ndak usah di pikir lama-lama :v, busuk ntar kalo kelamaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berharap itu boleh.. tapi kalo harapan itu ngga jadi nyata ya rasanya menyakitkan sekalii

      tapi aku ngga pengen ngelupain harapan ini, soalnya harapan ini membuatku senyum2 sendiri ahahah :D

      Delete
  2. hehee.. aku ngerasa menertawakan diri gue sindiri. aku sering kaya gitu. merasa di php mimpi sendiri

    tapi mungkin mimpi dan kenyataan kebanyakan tidak bisa diakar dengan akal sehat deh.. misal.. "loh gue kok jadi guru fisika.. padahal dulu pas SMA selalu bolos pas pelajaran ini".. mungkin gitu.. jadi kita jangan pernah mengaggap remeh mimpi dan harapan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya.. kalo kita berusaha bersungguh-sungguh ingin mewujudkan impian dan harapan itu, pasti kita bakal seneng juga, jadi ngga merasa ter PHP deh..

      kalo masalah cinta gitu gimana ya? kayaknya susah u,u

      Delete
  3. Harapan bisa menguatkan sekaligus melemahkan, melambungkan sekaligus mengempaskan, membahagiakan sekaligus menyedihkan, menyenangkan sekaligus menyakitkan, menguatkan sekaligus melemahkan. Namun tanpa harapan hidup kita akan terasa hambar. Selalu butuh harapan agar tahu bagaimana kepastian. Tanpa harapan niscaya yang ada hanya ketidakpedulian. Penting bagi kita memiliki harapan namun ahrus dinalar akal pikiran dan naluri dasar. jangan abaikan firasat kala kita menamengi diri dengan harapan. :) Semoga Isna temukan jawaban. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. harapan membuat kita menjadi semangat untuk meraihnya. namun jika belum menemukan titik terang rasanya juga susah untuk bersemangat melakukan yang terbaik sesuai dengan harapan kita. yah, semoga saja harapanku ini segera menemukan titik terangnya.

      Delete
  4. Bener kata mbak rohyati di atas, harapan bisa melemahkan dan menguatkan. Ketika melemahkan mungkin kita sudah sangat lelah untuk berharap dan memperjuangkan. Tapi ketika harapan itu bisa menguatkan, harapan itu akan jadi semangat untuk kita supaya bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Semoga saja dia mengerti ya, kalo kamu sedang mengharapkannya hehe. Semoga dia juga baca postingan ini, biar cepet peka :D
    Oh iya, Follow back aku ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi berharap peka.. tapi mungkin ngga ya? hehe

      done ya :)

      Delete
  5. sampai aku mau komen pun aku masih memikirkannya.
    tulisannya random banget hahaha.

    kalau menurut aku sih wajar aja kalau galauin masa depan yang masih misteri. aku juga sering gitu kok. biasa aja, fokusin dulu apa yang pertama kali pengen di capai. buat target dulu besok, sebulan, setahun kemudian mau ngapain. ntar galaunya ilang sendiri kok..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm iya yak, random banget, biasa pula dan ngga bermutu.. tapi inilah tulisan yang bisa aku tulis untuk saat ini :)

      fokus pada target dan harus konsisten ya.. oke deh.. mungkin harus seperti itu

      Delete
  6. Masa depan ada dihadapan kita, dan berusahalah untuk mencapainya... #lah gue ngomong apaan..

    Tetap semangat kakak menggapai harapanya dan jangan pernah menyerah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, harus menatap masa depan.. dan sekarang lagi digalaukan dengan harapan itu, harapan yang masih samar dan abstrak. halaah, hehe.. iya kakak, aku bakalan terus berusaha ^^

      Delete
  7. yang kamu maksud titik terang itu temen hidup?
    jangan khawatir kak, pasti ada satu buat kakak Dia gak akan lupa, ini hanya permainanNya aja, wkwk nikmatin aja. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, yang ada di pikiranku saat ini adalah itu.. menikmati kesendirian itu memang enak sih, tapi ada engga enaknya. yah, tau sendiri lah anak jomblo itu nasibnya kayak gimana hahaha

      enjoy aja yak,, oke deh ^_^

      Delete
  8. haha, ceritanya jomblo nyari pasangan hidup yah ? HAHAHAHASAMA -__-
    tapi tenang aja mbak, selagi mau berusaha, harapan itu pasti ada. Yakin aja dehh :D

    ReplyDelete
  9. Harapan itu ada diatas sajadah...
    Saat sang Khalik turun ke Bumi pada waktu sepertiga malam...
    Dialah maha pemberi harapan yang sebenarnya..
    Hehehe...

    ReplyDelete