latest Post

I am A Procrastinator

1 Maret 2018

Mulai hari ini, aku memutuskan untuk lebih mendisiplinkan diriku. Ada sedikit penyesalan karena aku selama ini sering sekali berada di zona nyaman, sering juga menjadi seorang pemalas, menjadi seorang procrastinator yang dampaknya.. membuatku menjadi pribadi yang tidak berkembang dan hanya jalan di tempat. Tidak ada sama sekali prestasi yang bisa kuraih. Padahal sekarang aku udah 23 tahun.

Seringkali aku hanya sebagai penonton dari perjalanan kesuksesan yang diraih oleh orang-orang terdekat. Dan hanya bisa tersenyum ketika mendengar cerita kesuksesannya. Terbersit keirian di dalam diriku. Ada apa denganku? Sebegitu bodohnya kah aku hingga tidak ada satupun yang bisa dibanggakan dari diriku? Aku berharap bisa segera membahagiakan kedua orang tuaku dan membuktikan kepada orang-orang terdekatku  bahwa aku bisa sukses.

Memang, berbeda orang, berbeda pula pemikiran mereka tentang definisi sukses yang sesungguhnya. Ada orang yang berfikir bahwa seseorang dapat dikatakan sukses jika dia memiliki pekerjaan dengan gaji diatas UMR, misalnya. Atau seseorang bisa dikatakan sukses jika orang tersebut mendapatkan pekerjaan di luar negeri, misalnya. Atau, bisa menikah dengan pujaan hati di umur 23 tahun? Hahaha. Ini efek salah satu sahabat mau menikah. Jadi agak baper.

Bisa dibilang aku ini adalah seorang deadline-person. Karena aku selalu menyelesaikan sesuatu di waktu yang bener-bener mepet banget sama deadline yang udah ditentuin. Kelakuan ini sudah terjadi sejak di bangku sekolah sih. Dan itu kebawa sampe sekarang. Kamu tahu? Aku susah banget menghilangkan kebiasaan buruk ini. Ditambah lagi aku juga suka nunda-nunda pekerjaan. Terserah kalian mau menilai aku seperti apa.

Akibatnya, di detik-detik deadline, aku merasa kelelahan yang amat sangat karena ngebut untuk menyelesaikan tugas yang ada. Dan itu terjadi saat aku nyelesein skripsiku. Makanya, skripsiku sampe molor sebegitu lamanya juga karena kelakuan ini. Ditambah lagi dengan dosen pembimbing yang super sibuk dan susah untuk ditemui.

Makanya, dengan adanya tulisan ini, adalah sebagai sebuah penanda, bahwa mulai hari ini, aku akan menjadwal ulang apa yang aku harus selesaikan, aku harus melawan rasa malasku, aku harus jadi lebih baik dari sebelumnya, meski telat banget dan baru menyesal sekarang. Jangan seperti macam aku ya guys, atau kamu akan menyesal.

About Isnanur Utami

Isnanur Utami
Recommended Posts × +

0 Komentar:

Post a Comment