Teruntuk Sahabatku, Vikazuna

Minggu, 11 Februari 2018

Teruntuk sahabatku, VIKAZUNA.

Kalian semua adalah wanita paling tangguh yang pernah ku temui di sepanjang hidupku. Aku bangga sekaligus bersyukur bisa mengetahui semua lika-liku perjalanan yang pernah kalian ceritakan kepadaku. Tentang semua hal, baik itu manis dan pahit tentang kehidupan yang masih awam bagiku. Aku memang tidak seberuntung kalian yang sudah menikmati asam, manis dan pahitnya kehidupan. Tapi dari kalian, aku belajar banyak hal. Aku bisa lebih memaknai dan menghargai kehidupanku. Menjadi pribadi yang lebih baik, dan lebih siap untuk ‘jatuh’. Tidak semua orang bisa survive dengan segala keterpurukan hidup. Aku bisa dijadikan contoh kecil untuk itu. Aku termasuk orang yang mudah putus asa. Merasa takut yang terlalu berlebihan sebelum berperang. Aku tidak bisa mengontrol ego dan emosiku. Aku merasa down saat ada masalah menimpaku, meski masalah itu sebenarnya tidak terlalu rumit. Tapi, dari kalian, dari nasihat-nasihat yang kalian lontarkan padaku, dari kejadian-kejadian hidup kalian yang benar-benar luar biasa hebatnya, yang kalian ceritakan juga kepadaku, itu semua membuatku yakin, bahwa Tuhan tidak akan menguji hamba-Nya, diluar batas kemampuannya. Tuhan memberikan ujian, agar kita selalu terus berdoa kepada-Nya, dan juga agar kita dibentuk menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah goyah. Siapa lagi kawanku yang bisa aku jadikan panutan selain kalian?

Sekarang, di umurku yang sudah menginjak 23 tahun ini, tibalah saatnya aku berada di fase kehidupan yang kalian pernah rasakan sebelumnya. Benar-benar terpuruk. Sering menangis saat merasa tidak kuat, tapi mencoba tegar setelah melegakannya dengan kucuran air mata. Persis seperti apa yang sudah kalian rasakan sebelumnya, yang sudah kalian ceritakan jauh-jauh hari. Aku bersyukur, karena aku akhirnya merasakannya. Meski memang pahit dan membuatku jatuh. Dan aku lebih bersyukur lagi, karena masalah itu menimpaku saat aku sudah benar-benar siap. Tapi aku juga sedih, karena kalian, sahabat-sahabatku, merasakan kepedihan hidup disaat kalian belum siap dan dipaksa harus siap untuk menerimanya.

Hidupku harus terus berjalan. Harus tetap bersyukur dengan apa yang sudah ada. Harta hanyalah titipan Tuhan. Nikmat lain masih Tuhan berikan padaku. Nikmat untuk melihat, nikmat untuk bernafas, dan kenikmatan lain yang mungkin sepele, tapi bermakna luar biasa. Dan untuk kalian, terima kasih atas semua pelajaran hidup yang sangat berharga ini. Kita memang sekarang terpisah oleh jarak dan waktu. Menempuh jalur hidup kita masing-masing. Mencoba untuk meraih mimpi-mimpi kita yang berbeda-beda. Kita memang 4 orang yang memiliki misi dan visi hidup yang berbeda. Tapi, perbedaan itu malah membuat kita tetap bersama.

Selamat berjuang, kawan! Semoga saat kita berempat ngumpul bareng lagi, aku bisa mendengar cerita-cerita itu lagi, kejadian-kejadian yang ada di kehidupan kalian yang benar-benar luar biasa. Sampai jumpa!

0 Komentar:

Post a Comment